Laman

Rabu, 22 Desember 2010

Cinta tanpa Penyair dan Tuhan

Apa ini cinta?
Yang dijanjikan penyair penyair itu indah pada waktunya?
Masih aku menunggu, tapi senyum manis itu tetap bukan untukku lagi
Malah kepada dia, sebuah sosok yang manggantikanku mendapat damba darinya
Selamat kepada jawara hati yang berhasil mempermainkanku
Dan saat aku hancur, engkau masih ada disana
Tertawa dengan sosok baru setelahku

Apa ini tetap cinta?
Yang dikata anugrah Tuhan kepada tiap yang bernafas?
Andai Tuhan telah bosan bekerja diatas sana
Mungkin aku akan memintanya menemaniku disini
karena aku sendiri, dan sepi

Mungkin ini tetap cinta?
Kalau tanpa penyair dan Tuhan?
Mengartikannya dan menikmatinya seorang diri, kelak
Mendefinisikan bahwa cinta ada saat
Engkau telah melihat kearahnya setelah sosoknya termakan senja dan petang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar