Laman

Selasa, 28 Agustus 2012

Bunuh aku

Aku----yang menahan tubuhku agar tidak limbung saat sosokmu mendekat
Aku----yang menyayukan sorotku saat melihat ragamu hadir
Aku----yang tanpa sengaja memiliki tempat untuk bertetes-tetes air diatas kantung mataku saat ada seorang menyebut namamu,
Tolong aku----
Aku yang makin menua dan tetap saja tak merelakanmu----
Aku yang menyimpulkan bibir kepada sobek demi sobekan masalalu bersamamu
Aku----yang tertancap busur didada dan belum juga sembuh
Aku----yang bernafas atas nama kembalimu
Dan aku yang terus berharap berdansa denganmu saat terlelap----
Tolong aku----
Bunuh aku----

Tidak ada komentar:

Posting Komentar